Beranda / Berita / Aksi Premanisme Gunakan Mobil Berpelat Merah Terjadi di Cileunyi, Warga Jadi Korban Penganiayaan dan Perusakan

Aksi Premanisme Gunakan Mobil Berpelat Merah Terjadi di Cileunyi, Warga Jadi Korban Penganiayaan dan Perusakan

KoranBandung.id – Peristiwa dugaan aksi premanisme yang melibatkan oknum pengguna mobil operasional desa menggemparkan warga di kawasan Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Insiden tersebut terjadi di area parkir sebuah minimarket pada Selasa (26/4) dan memicu kekhawatiran terkait penyalahgunaan fasilitas publik.

Kasus ini menjadi sorotan setelah informasi dan kesaksian korban beredar luas melalui media sosial dan memantik perhatian publik.

Peristiwa bermula dari kesalahpahaman sederhana saat korban tengah memundurkan sepeda motor di area parkir minimarket.

Situasi yang awalnya bersifat sepele berubah menjadi konflik terbuka ketika sebuah mobil operasional desa berpelat nomor Z 1335 D berhenti di lokasi kejadian.

Dari dalam kendaraan tersebut, beberapa pria turun dan langsung menunjukkan sikap agresif terhadap korban.

Korban yang diketahui melalui akun media sosialnya berusaha bersikap kooperatif untuk menyelesaikan situasi secara baik-baik.

Namun, pendekatan damai tersebut tidak direspons dengan baik oleh para pelaku yang justru memperkeruh suasana.

Salah satu pria dilaporkan membentak korban dengan kata-kata kasar yang memicu ketegangan semakin meningkat.

Dalam eskalasi berikutnya, korban ditarik secara paksa hingga terjatuh ke tanah.

Tidak berhenti di situ, korban kemudian diduga menjadi sasaran pengeroyokan oleh beberapa orang sekaligus.

Aksi kekerasan tersebut berlangsung brutal dengan korban mengalami tendangan serta tekanan fisik di bagian kepala.

Kondisi semakin mencekam ketika salah satu pelaku mengambil senjata tajam dari dalam mobil operasional desa tersebut.

Senjata yang diduga berupa golok itu digunakan untuk mengancam korban yang sudah dalam posisi terdesak.

Korban bahkan dilaporkan sempat terkena sabetan saat berusaha melindungi diri dari serangan tersebut.

Selain melakukan penganiayaan, para pelaku juga merusak sepeda motor milik korban.

Motor tersebut dirusak menggunakan senjata tajam dan kemudian digulingkan hingga mengalami kerusakan signifikan.

Setelah melakukan aksi kekerasan dan perusakan, para pelaku melarikan diri dari lokasi kejadian.

Peristiwa ini memicu reaksi keras dari masyarakat yang menilai tindakan tersebut sebagai bentuk premanisme yang tidak dapat ditoleransi.***

Tag: