KoranBandung.id – Keputusan besar diambil Persib Bandung setelah era kepemimpinan Bojan Hodak yang membawa dominasi dalam tiga musim terakhir resmi berakhir dari sisi teknis lapangan.
Perubahan struktur ini menandai babak baru bagi Persib yang mulai mengarahkan fokus tidak hanya pada prestasi jangka pendek, tetapi juga pembangunan sistem sepak bola jangka panjang.
Di tengah ekspektasi tinggi suporter terhadap kesinambungan prestasi, Persib memilih mempertahankan fondasi yang sudah terbentuk dengan menunjuk sosok dari internal tim sebagai penerus kepemimpinan di ruang ganti.
Persib Bandung resmi mengakhiri era Bojan Hodak sebagai pelatih kepala setelah pelatih asal Kroasia tersebut dipercaya menjalankan peran baru sebagai Shareholder Group Technical Advisor.
Langkah ini menunjukkan bahwa manajemen dan pemilik klub masih menempatkan Bojan sebagai figur penting dalam proyek jangka panjang Persib.
Posisi baru tersebut membuat Bojan tidak lagi terlibat langsung dalam aktivitas harian tim di lapangan, namun tetap memiliki pengaruh besar dalam pengambilan keputusan strategis sepak bola di lingkungan klub.
Dalam struktur sepak bola modern, jabatan Shareholder Group Technical Advisor memiliki peran yang berbeda dibanding direktur teknik maupun pelatih kepala.
Posisi tersebut bekerja langsung untuk pemilik atau kelompok pemegang saham klub dengan fokus utama mengawasi kualitas pengelolaan sepak bola secara menyeluruh.
Bojan nantinya akan bertugas melakukan audit teknis terhadap skuad utama dan akademi Persib untuk memastikan kualitas tim tetap kompetitif dalam jangka panjang.
Ia juga akan mengevaluasi keseimbangan komposisi pemain berdasarkan kebutuhan posisi, usia, performa, hingga potensi nilai pasar pemain di masa depan.
Selain itu, sistem pembinaan usia muda, metode latihan, scouting pemain, hingga pengembangan akademi akan menjadi bagian dari pengawasan yang dilakukan Bojan.
Persib tampaknya ingin memastikan standar sepak bola klub bergerak menuju model profesional yang lebih dekat dengan sistem klub-klub elite Asia dan Eropa.
Dalam sektor transfer pemain, Bojan juga diproyeksikan memiliki peran penting sebagai pengawas independen sebelum keputusan perekrutan disetujui pemilik klub.
Peran tersebut mencakup penilaian kelayakan transfer berdasarkan performa, kondisi medis, hingga efektivitas nilai investasi pemain.
Kehadiran Bojan di level strategis juga dinilai dapat meminimalkan potensi keputusan transfer yang lebih menguntungkan pihak luar dibanding kebutuhan tim.
Tidak hanya itu, mantan pelatih kepala Persib tersebut akan memberikan laporan evaluasi terhadap kinerja pelatih dan staf teknis secara independen kepada pemilik klub.
Penilaian itu tidak semata-mata berdasarkan hasil pertandingan, tetapi juga menyangkut pengembangan pemain muda, disiplin tim, kualitas taktik, serta efektivitas program latihan.
Peran baru Bojan juga mencakup evaluasi fasilitas pendukung sepak bola seperti lapangan latihan, pusat kebugaran, fasilitas medis, hingga pemanfaatan data analitik modern.
Posisi tersebut membuat Bojan berfungsi sebagai penghubung antara pemilik klub dan manajemen operasional sepak bola agar setiap keputusan strategis tetap berada di jalur yang sama.
Di sisi lain, Persib juga memastikan regenerasi kepelatihan tetap berjalan dengan menunjuk Igor Tolic sebagai pelatih kepala baru.
Igor sebelumnya merupakan asisten Bojan Hodak dan menjadi bagian penting dalam perjalanan prestasi Persib dalam beberapa musim terakhir.
Penunjukan Igor dinilai sebagai upaya menjaga stabilitas ruang ganti dan mempertahankan filosofi permainan yang sudah terbentuk.
Manajemen tampaknya tidak ingin melakukan perubahan drastis yang berisiko mengganggu konsistensi performa tim.
Kepercayaan kepada Igor juga memperlihatkan bahwa Persib lebih memilih kesinambungan proyek dibanding memulai kembali dari awal bersama pelatih baru dari luar.
Situasi tersebut memberi keuntungan karena Igor sudah memahami karakter pemain, kultur klub, serta tekanan besar yang selalu menyertai Persib sebagai salah satu klub terbesar di Indonesia.
Pergantian peran Bojan dan promosi Igor memperlihatkan arah baru Persib yang mulai membangun struktur sepak bola lebih modern dan berlapis.
Klub tidak lagi hanya bertumpu pada sosok pelatih kepala, tetapi mulai membentuk sistem pengawasan teknis yang lebih profesional.
Model seperti ini lazim diterapkan di klub-klub Eropa untuk menjaga kesinambungan identitas permainan dan stabilitas proyek jangka panjang.***

