KoranBandung.id – Dua perempuan dilaporkan meninggal dunia setelah tertemper kereta api feeder di perlintasan rel kawasan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Senin siang.
Peristiwa nahas tersebut terjadi di jalur perlintasan Kereta Api KM 147+2, Kelurahan Baros, sekitar pukul 11.24 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua korban diketahui berinisial EK (58) dan PW (46).
Menurut laporan dari PMI Kota Cimahi, kedua perempuan tersebut diduga tengah berupaya menyeberangi rel kereta api saat kereta feeder melintas di jalur tersebut.
Keterangan saksi mata yang diterima petugas menyebut kedua korban diduga tidak menyadari adanya kereta yang datang dari arah lintasan sehingga tabrakan tidak dapat dihindarkan.
Pihak keluarga korban juga menyampaikan bahwa keduanya memiliki riwayat tuna rungu sehingga diduga mengalami keterbatasan dalam mendengar tanda peringatan maupun suara laju kereta.
Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan korban tidak sempat menyelamatkan diri ketika kereta feeder mendekati area perlintasan.
Peristiwa itu pertama kali diketahui setelah masinis KA Feeder melaporkan kejadian tabrakan kepada petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) Stasiun Cimahi.
Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh petugas keamanan stasiun yang langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan.
Saat tiba di lokasi, petugas menemukan dua perempuan dalam kondisi tidak bernyawa dengan posisi terbaring di sekitar jalur perlintasan kereta api.
Aparat kepolisian bersama petugas terkait kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara guna memastikan kronologi serta penyebab pasti insiden tersebut.
Proses evakuasi berlangsung dengan pengamanan petugas agar aktivitas perjalanan kereta api tetap berjalan lancar tanpa mengganggu jalur operasional.
Setelah proses identifikasi selesai dilakukan, kedua jenazah dievakuasi menuju Ruang Pemulasaran Jenazah RSUD Cibabat Cimahi untuk penanganan lebih lanjut.***




