KoranBandung.id – Cara mengetahui kambing qurban cukup umur menjadi hal penting bagi umat Islam karena usia hewan merupakan salah satu ketentuan yang perlu diperhatikan sebelum kambing digunakan dalam ibadah qurban.
Memastikan usia kambing tidak cukup hanya dengan melihat ukuran tubuh, sebab kambing yang terlihat besar belum tentu sudah mencapai batas usia yang dipersyaratkan dalam ketentuan qurban.
Salah satu cara yang dapat dilakukan pembeli adalah memeriksa perubahan gigi seri bagian depan, sekaligus meminta informasi mengenai riwayat usia hewan kepada penjual atau peternak yang dapat dipercaya.
Ketentuan Umur Kambing untuk Qurban
Dalam ketentuan syariat, hewan yang digunakan untuk qurban harus berasal dari jenis ternak yang diperbolehkan dan telah mencapai usia tertentu sebelum disembelih.
NU Online menjelaskan bahwa domba atau biri-biri pada umumnya mencapai batas yang dipersyaratkan ketika berumur satu tahun dan memasuki tahun kedua, sedangkan kambing biasa seperti kambing Jawa memiliki ketentuan usia yang lebih tua dalam penjelasan fikih yang digunakan oleh sebagian ulama.
Sementara itu, panduan teknis Kementerian Pertanian menetapkan kambing atau domba yang akan dipotong untuk qurban harus berusia lebih dari satu tahun atau dapat ditandai dengan telah tumbuhnya sepasang gigi tetap.
Perbedaan rincian antara panduan fikih mengenai jenis kambing dan ketentuan teknis pemeriksaan di lapangan membuat calon pembeli sebaiknya memperhatikan jenis hewan sekaligus mengikuti ketentuan keagamaan yang menjadi pedoman qurbannya.
Dengan demikian, jangan hanya berpatokan pada klaim penjual bahwa kambing sudah berumur satu atau dua tahun tanpa melakukan pemeriksaan tambahan.
Cara Mengetahui Umur Kambing dari Gigi
Pemeriksaan gigi menjadi salah satu metode yang umum digunakan untuk memperkirakan umur kambing karena pergantian gigi susu menjadi gigi permanen berlangsung seiring pertambahan usia.
Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang menjelaskan bahwa umur kambing dapat diperkirakan melalui jumlah gigi seri permanen yang telah tumbuh, meskipun hasilnya tetap merupakan perkiraan dan dapat dipengaruhi oleh kondisi individu ternak.
Kambing yang belum mengalami pergantian gigi seri umumnya masih berada pada usia muda sehingga calon pembeli perlu berhati-hati apabila hewan tersebut ditawarkan sebagai kambing qurban.
Ketika sepasang gigi seri permanen mulai menggantikan gigi susu di bagian depan rahang bawah, kondisi tersebut dikenal masyarakat peternak dengan istilah poel.
Data peternakan pemerintah menunjukkan bahwa pergantian sepasang gigi seri pertama pada kambing dapat menjadi indikator usia sekitar satu hingga satu setengah tahun, sehingga pemeriksaan gigi dapat membantu pembeli memperkirakan apakah kambing telah memasuki usia yang dipersyaratkan.
Istilah poel sendiri merujuk pada kondisi ketika gigi ternak telah mengalami pergantian dari gigi susu menjadi gigi permanen dan dapat digunakan sebagai salah satu dasar memperkirakan umur.
Jangan Menentukan Umur Hanya dari Ukuran Tubuh
Ukuran badan sering digunakan pembeli sebagai patokan cepat, tetapi cara tersebut tidak cukup untuk memastikan umur kambing secara akurat.
Kambing dengan pertumbuhan cepat dapat memiliki tubuh besar meskipun usianya belum memenuhi ketentuan, sementara kambing yang pertumbuhannya lebih lambat dapat terlihat lebih kecil walaupun telah berumur cukup.
Faktor seperti jenis kambing, pakan, kesehatan dan kondisi pemeliharaan dapat memengaruhi perkembangan fisik ternak sehingga ukuran badan sebaiknya hanya digunakan sebagai pertimbangan tambahan.
Pemeriksaan gigi menjadi lebih informatif apabila dikombinasikan dengan keterangan umur dari peternak dan catatan pemeliharaan jika tersedia.
Perhatikan Kondisi Kesehatan Kambing
Umur yang cukup bukan satu-satunya persyaratan yang harus diperhatikan ketika memilih hewan qurban.
Kementerian Pertanian mengingatkan masyarakat agar memilih hewan yang sehat, tidak cacat, tidak terlalu kurus dan memiliki kondisi fisik yang baik sebelum dibeli untuk kebutuhan qurban.
Hewan yang sehat umumnya terlihat aktif, memiliki mata yang cerah, bulu tidak kusam, nafsu makan baik dan tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit yang mudah terlihat.
Pemeriksaan juga perlu mencakup kondisi kaki karena kambing yang pincang dapat menunjukkan adanya gangguan fisik yang harus diperhatikan sebelum hewan dipilih.
Ketentuan mengenai cacat juga menjadi bagian penting dalam pemilihan hewan qurban karena beberapa kondisi fisik dapat menyebabkan hewan tidak memenuhi persyaratan ibadah qurban.
Cara Memastikan Umur Saat Membeli
Pembeli sebaiknya meminta penjual memperlihatkan bagian gigi kambing secara langsung daripada hanya menerima informasi usia berdasarkan perkiraan.
Jika pembeli tidak memahami cara membaca perubahan gigi, pemeriksaan dapat dilakukan bersama peternak berpengalaman atau pihak yang memahami kondisi ternak.
Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang juga menyarankan orang yang belum terbiasa menentukan umur kambing melalui gigi untuk meminta bantuan orang yang lebih berpengalaman agar tidak keliru memperkirakan usia.
Selain pemeriksaan fisik, pembeli dapat menanyakan kapan kambing dilahirkan, dari peternakan mana asalnya dan apakah terdapat pencatatan mengenai pemeliharaan ternak tersebut.
Kementerian Pertanian juga menganjurkan masyarakat memilih hewan qurban dari penjual resmi atau peternak terpercaya yang berada dalam pengawasan pihak terkait.
Langkah tersebut dapat mengurangi risiko membeli hewan yang tidak sesuai dengan ketentuan usia maupun kondisi kesehatan.
Bedakan Kambing Qurban dan Kambing Aqiqah
Persyaratan umur hewan untuk aqiqah memiliki kemiripan dengan ketentuan qurban dalam sejumlah pembahasan fikih, termasuk perhatian terhadap usia dan kondisi fisik hewan.
NU Online menjelaskan bahwa ketentuan hewan aqiqah pada dasarnya juga memperhatikan jenis dan usia hewan, dengan rincian yang dapat berbeda berdasarkan jenis kambing atau domba serta rujukan fikih yang digunakan.
Karena itu, masyarakat yang sedang mencari kambing untuk kebutuhan ibadah sebaiknya tidak hanya menanyakan harga, tetapi juga memastikan jenis, umur dan kondisi hewan sejak awal.
Pencarian informasi melalui kata kunci tempat beli kambing juga sebaiknya diikuti dengan pemeriksaan reputasi penjual agar calon pembeli tidak hanya mendapatkan hewan dengan ukuran sesuai anggaran, tetapi juga memenuhi persyaratan ibadah.
Informasi mengenai kambing aqiqah dan qurban juga perlu dipahami secara terpisah karena tujuan ibadahnya berbeda meskipun hewan yang digunakan dapat berasal dari jenis ternak yang sama.
Pastikan Ada Pemeriksaan Kesehatan
Selain usia, aspek kesehatan hewan perlu menjadi perhatian karena kambing yang tampak sehat secara sekilas belum tentu bebas dari gangguan kesehatan.
Pemeriksaan menjelang pemotongan secara resmi mencakup pengamatan umur melalui susunan gigi, aktivitas, kondisi tubuh, status gizi, serta berbagai tanda kesehatan lainnya.
Untuk meningkatkan kepastian, pembeli dapat memilih hewan yang telah diperiksa oleh petugas kesehatan hewan dan memiliki dokumen atau tanda pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Panduan Kementerian Pertanian juga menyebutkan pentingnya memilih hewan qurban yang telah diperiksa oleh dokter hewan atau petugas kesehatan hewan, dengan bukti seperti Surat Keterangan Kesehatan Hewan atau tanda pemeriksaan tertentu.***











