KoranBandung.co.id – Warga Kampung Cigintung digemparkan oleh penemuan sesosok jenazah pria yang mengambang di danau kawasan Danau RDR Kota Baru Parahyangan pada Selasa sore, 21 April 2026.
Peristiwa ini langsung memicu perhatian warga sekitar yang sebelumnya tengah beraktivitas di area danau.
Kejadian tersebut juga mendorong aparat kepolisian dari Polres Cimahi untuk bergerak cepat menuju lokasi guna melakukan pengecekan dan penanganan awal.
Penemuan jenazah ini bermula dari kecurigaan seorang warga yang sedang bekerja mengangkut material sisa bangunan di sekitar lokasi kejadian.
Dari kejauhan, warga tersebut melihat sesuatu yang tidak biasa mengapung di permukaan air danau yang relatif tenang.
Kecurigaan itu semakin kuat ketika bentuk yang terlihat menyerupai tubuh manusia dengan postur gempal.
Warga kemudian mendekati objek tersebut untuk memastikan apa yang sebenarnya terlihat di permukaan air.
Setelah jarak semakin dekat, dipastikan bahwa objek tersebut merupakan jasad manusia yang sudah tidak bernyawa.
Tanpa menunda waktu, saksi segera melaporkan temuan tersebut kepada perangkat desa dan pihak berwajib.
Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada kepolisian yang langsung merespons dengan mendatangi lokasi kejadian perkara.
Petugas kepolisian bersama tim identifikasi langsung melakukan pengamanan area untuk mencegah kerumunan warga yang semakin banyak berdatangan.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga kondisi lokasi tetap steril demi kepentingan penyelidikan.
Tim Inafis Satreskrim segera melakukan proses evakuasi terhadap jasad korban dari dalam danau.
Proses evakuasi berlangsung dengan hati-hati untuk memastikan tidak ada bagian penting yang terlewat dalam pemeriksaan awal.
Setelah berhasil dievakuasi, jasad korban langsung menjalani proses identifikasi oleh tim kepolisian.
Identifikasi dilakukan melalui metode sidik jari yang dinilai sebagai cara paling akurat dalam memastikan identitas korban.
Hasil pemeriksaan tersebut mengungkap bahwa korban adalah seorang pria bernama Jajat yang berusia 40 tahun.
Informasi mengenai identitas korban kemudian dikonfirmasi kepada pihak keluarga untuk memastikan kesesuaian data.
Dari hasil penelusuran, diketahui bahwa korban telah dilaporkan tidak pulang ke rumah selama dua hari sebelum ditemukan.
Keterangan keluarga menjadi salah satu petunjuk penting dalam mengungkap kronologi sebelum kejadian tragis tersebut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Kondisi ini mengarah pada dugaan bahwa korban meninggal akibat tenggelam di danau tersebut.
Selain itu, informasi tambahan dari lingkungan keluarga menyebutkan bahwa korban diduga mengalami tekanan psikologis.
Tekanan tersebut berkaitan dengan kondisi pribadi korban yang disebut sedang mengalami masalah rumah tangga.***











